Suku Bugis merupakan kelompok etnik dengan wilayah asal Sulawesi Selatan. Ciri utama kelompok etnik ini adalah bahasa dan adat-istiadat, sehingga pendatang Melayu dan Minangkabau yang merantau ke Sulawesi sejak abad ke-15 sebagai tenaga administrasi dan pedagang di Kerajaan Gowa dan telah terakulturasi, juga dikategorikan sebagai orang Bugis.
Berdasarkan sensus penduduk Indonesia tahun 2000, populasi orang Bugis sebanyak sekitar enam juta jiwa, yang kini telah menyebar di beberapa provinsi di indonesia seperti, Sulawesi Tengah, Kalimantan Timur, DKI Jakarta, Papua, dan Jambi.
Orang suku Bugis memiliki konsep kepribadian “Siri”. Maknanya adalah bahwa orang Bugis sangat menjunjung tinggi harga diri. Dalam pepatah orang Bugis dikatakan “ siri paranreng, nyawa pa lao”, yang artinya adalah apabila harga diri telah ternodai maka nyawa lah yang akan jadi bayarannya. Sehingga bila ada seseorang yang merusak harga diri orang lain, maka pertumpahan darah adalah jalan penyelesaiannya. Boleh jadi hampir mirip dengan konsep “harakiri” dalam kebudayaan Jepang.
Masyarakat Suku Bugis juga memiliki rumah adat yang unik. Keunikannya terletak pada pembuatannya yang tidak menggunakan paku untuk menyatukan kayu-kayu bangunan. Rumah adat bagi suku Bugis menunjukkan simbol status sosial. Oleh sebab itu terdapat dua jenis rumah adat berdasarkan status sosial orang yang menempatinya.
👉Rumah Saoraja (sallasa), yaitu rumah besar yang ditempati hanya oleh kaum keturunan keluarga kerajaan atau kaum bangsawan saja.
👉Rumah Bola, yaitu rumah yang ditempati oleh rakyat biasa.
Suku Bugis juga memiliki bentuk kesenian khas yang tercermin dalam seni tari dan seni musiknya. Kesenian khas suku Bugis ini masih terus ditradisikan hingga saat ini dan menjadi bagian dari setiap upacara adat yang dilaksanakan oleh masyarakat Bugis. Contohnya :
👉 Seni tari : - Tari Padubba Bosara
- Tari Pakarena
- Tari Ma'badong.
👉Alat musik, seperti kecapi yang diciptakan oleh seorang pelaut, oleh karna itu memiliki bentuk seperti perahu, dan
👉Seni Teater, seperti Gandrang Bulo yang menggabungkan perpaduan antara musik, tari,dan tutur kata.
Terdapat banyak kebudayaan Suku Bugis lainnya yang wajib kalian ketahui agar dapat mengenali dan membedakan antara suku budaya yang satu dengan suku budaya yang lainnya.
Nah, itulah penjelasan kami mengenai Suku Bugis yang ada di Sulawesi Selatan, semoga bermanfaat, dan tetap lestarikan budaya Indonesia agar dapat dinikmati dan dirasakan oleh generasi yang akan datang !.
(wln)

Komentar
Posting Komentar