MAKASSAR, DUBELS MEDIA — Bangkai tikus yang berceceran ditengah jalan menjadi sebuah fenomena biasa bagi masyarakat indonesia. Namun hal ini tetap mengalihkan mata para pengendara.
Berapa kali sehari kalian mendapati bangkai tikus dijalan?Yap. Pastingaya hampir selalu didapati adanya bangkai tikus yang berserakan dijalan, baik dalam keadaan yang masih berceceran darah segar, tanpa luka, dan yang telah gepeng menyatu dengan aspal. Berbagai pendapat pro dan kontra keluar dari sejumlah masyarakat tentang asal usul adanya bangkai tikus ini.
Rekan peneliti Field, Xiaoyang Yao yang mengamati sel-sel retina tikus sensitif terhadap gerakan dalam lingkungan rendah cahaya.
"tikus merupakan hewan yang buta warna, sebagian warna ditangkap sebagai warna kelabu, tetapi ada kecenderungan tertarik warna kuning dan hijau terang yang ditangkap sebagai warna kelabu cerah."
Dari hasil pengamatan Xiaoyang Yao, beberapa orang berpendapat bahwa penyebab matinya tikus dipinggir jalan adalah karena tertabrak oleh kendaraan yang melaju secara cepat, dan si tikus yang tak dapat menghindari kendaraan karena kurangnya respon warna yang ditangkap.
Namun, salah satu siswa SMAN 12 Makassar pun berpendapat tentang kasus ini berdasarkan pengalamannya. "Kalau untuk tikus yang mati dengan kondisi mengenaskan, berceceran darah karena luka bisa kita anggap karena dilindas kendaraan pas nyebrang. Tapi dalam beberapa kejadian ada juga tikus yang saya dapati mati ditengah jalan tanpa adanya luka sama sekali. Saya curiga tikus-tikus itu diracuni atau memang sengaja dibuang ditengah jalan oleh orang tak bertanggungjawab." ujar Ahmad Fauzy
Pada musim kemarau bangkai tikus dapat remuk dan menyatu dengan aspal karena akumulasi terlindas kendaraan. Namun, berbeda dengan musim penghujan bangkai-bangkai tikus ini dapat sangat membahayakan kesehatan manusia, salah satunya adalah penyakit kencing tikus (leptospirosis) yang disebabkan oleh bakteri leptospira, melalui urine dan darah tikus. Awalnya penyakit ini hanya menimbulkan gejala seperti flu ringan dan kedinginan,namun jika tak ditangani dengan baik, leptospirosis dapat berujung pada kematian.

Komentar
Posting Komentar