Langsung ke konten utama

Salah Kaprah Menilai Arti Nama Makassar



MAKASSAR, DUBELS MEDIA— Banyak orang salah kaprah menilai arti nama Makassar berasal dari kata 'kasar'. Padahal, sejarah penamaan Ibu kota Provinsi Sulawesi Selatan ini, sangat bernuansa islami, yakni ditandai dengan mimpi Raja Tallo ke VI di abad ke 16.

Dalam catatan sejarah kerajaan Gowa-Tallo, diceritakan Raja Tallo ke-VI Mangkubumi Kerajaan Gowa, I Mallingkaang Daeng Mannyonri Karaeng Katangka, bermimpi melihat cahaya bersinar dari Tallo ke segala penjuru kerajaan dan negeri sekitarnya. Mimpi itu ia bawa selama tiga hari berturut-turut

Dalam buku 'Peristiwa Tahun-tahun Bersejarah Sulawesi Selatan dari Abad ke XIV s/d XIX' karya Darwa rasyid MS. Tepat di malam Jum'at, 9 Jumadil Awal 1014 H atau 22 September 1605 M, di malam ketiga mimpi raja, sebuah perahu kecil berlabuh di pantai Tallo.

Warga keheranan melihat sesosok pria jubah putih di atas perahu tersebut. Pria itu lalu menambatkan perahunya lalu melakukan gerakan-gerakan yang asing dipandang warga. (Belakangan raja mengetahui itu merupakan gerakan sholat).

Di malam yang gelap gulita, tubuh pria itu memancarkan cahaya menyilau ke segala penjuru arah. Hal itu membuat warga gempar dan menyampaikan ke raja Tallo tentang sosok pria misterius tersebut, saat besok paginya.

Mendengar hal itu, Raja pun bergegas ke bibir panti Tallo. Belum sempat keluar istana, sosok pria itu tiba-tiba muncul di hadapan raja, tepat di depan gerbang. Raja pun sontak kaget dan melihat wajah pria itu sangat teduh, tubuhnya memancarkan kilau cahaya.

Menurut peneliti Balai Litbang Agama Makassar, Syamsurijal Adhan, pria yang masih misterius itu menjabat tangan raja yang masih kaku melihat sosoknya. Usai berjabat tangan, tangan raja Tallo tiba-tiba bertuliskan bahasa Arab yang ia tak tahu artinya.

"Orang tua itu lalu meminta agar tulisan tersebut diperlihatkan pada lelaki yang sebentar lagi akan merapat di pantai," kata Syamsurijal Adhan, saat ditemui Okezone di kantornya, jalan AP Pettarani, Makassar.

Belum sempat berkata-kata, pria itu menghilang seketika. Raja pun bergegas ke pantai Tallo, mengikuti arahannya. Dan benar, seorang pria baru saja berlabuh di pantai. Raja pun langsung mendatangi tamu barunya, pria itu bernama Datuk Ri Bandang, ulama penyebar Islam asal Koto Tengah, Minangkabau (Saat ini berada di Sumatera Barat)

Raja Tallo lalu memperlihatkan tulisan Arab yang tertulis di telapak tangannya. Datuk pun menjawab tulisan itu merupakan dua kalimat syahadat. Raja pun menjadi takjub.

"Kisah inilah yang menjadi awal mula nama Makassar. Diambil dari bahasa Makassar 'Akkasaraki' atau Menampakkan Diri. Hal itu berdasarkan pengalaman munculnya sosok bercahaya dari pantai," ujar Syamsurijal.

Pengalaman 'penampakan' cahaya putih itulah yang disebut 'Akkasaraki'. Kisah ini membekas kendati menjadi awal penerimaan Islam di masyarakat kerajaan kala itu. Dari berbagai sumber catatan-catatan pedagang Portugis di abad ke 17, 'Makassar' dikenal sebagai pusat kota kerajaan Gowa-Tallo. Meski sempat berganti nama menjadi Ujung Pandang, namun Pemerintah bersepakat mengembalikan nama Makassar, karena punya akar historis yang kuat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Semboyan khas dari Tana Toraja

MAKASSAR, DUBELS MEDIA - Indonesia adalah salah satu negara didunia yang memiliki kemajemukan dalam segi budaya. Terbentang luas dari ujung banda hingga tanah papua yang memiliki ciri khas masing-masing. Salah satunya di pulau sulawesi, yang lebih penting di Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Daerah ini memiliki kontribusi dalam masyarakat. Mulai dari ritual adat, rumah tradisional, dan yang ingin kita bahas sekarang yaitu tentang seboyan leluhur yang ada di Tana Toraja. Semboyan adalah salah satu nilai kompleks untuk setiap budaya, karena semua hal tentang kehidupan masyarakatnya adalah pencerminan dari semboyan mereka. Di Tana Toraja sendiri, semboyan merupakan hal yang senantiasa menggambarkan kehidupan mereka. Seperti salah satu semboyan mereka adalah "Misa 'Kada Di Potuo Pantan Kada Di Pomate" yang jika diliat dalam bahasa indonesia adalah "Satu Pendapat bisa membuat kita bersama, Namun jika masing-masing mempertanyakan masing-masing akan membuat semuanya terb...

Penyerahan Piala oleh Paskibra Unit 112

MAKASSAR,DUBELS MEDIA - Paskibra SMAN 12 Makassar lagi-lagi membanggakan nama sekolah, pasalnya pada 15 -19 oktober 2019 PASKIBRA UNIT 112 mengikuti lomba paskibra yang diadakan di SMK 2 Makassar yang bernama KOBRA (KOMPETISI PASKIBRA stemzha part 1) dan telah memenangkan beberapa lomba dalam kegiatan tersebut. Lomba-lomba yang telah di raih oleh paskibra SMAN 12 Makassar,sebagai berikut: ~Danton terbaik dari 13 sekolah ~juara 1 lomba baris berbaris(LBB) ~peserta dengan yel-yel terbaik ~juara 2 tari kreasi ~juara 3 lomba threepoint "Piala yang kami bawa pulang, kami persembahkan untuk guru guru dan teman teman yang sering memandang kami dengan sebelah mata", ucap Yasdi salah satu anggota paskibra SMAN 12 Makassar yang ikut dalam lomba tersebut. Semoga kedepannya Paskibra SMAN 12 Makassar semakin membanggakan dan mengharumkan nama sekolah . -ndy

Spendel Cup Vol.1 "Show Your Team and Be a Champion"

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh dan Selamat Sore, Sahabat Dubels Media! MAKASSAR DUBELS MEDIA - Selain dari ektrakulikuler basket, informasi lainnya datang dari futsal loh! Kalian sudah pada tahu belum Spendel Cup Vol.1? Yuup! Spendel Cup Vol.1 yang diselenggarakan oleh Sekolah Menengah Pertama 8 Makassar (SMP) ini mengangkat tema "Show Your Team and Be a Champion" yang telah di mulai dari 27 Februari hingga 3 Maret 2017. Pastinya, Futsal Dubels juga ikut berpartisipasi dalam event ini dengan menurunkan 3 tim, yaitu : 👉Tim A 👉Tim B 👉Tim C Hari Senin (27 Februari 2017), ketiga tim tersebut bertanding dengan lawan yang cukup sulit. Akhir dari pertandingan, menghasilkan Tim A menerima kekalahan dengan 1 gol atas SMAK Makassar dengan 3 gol yg diperoleh. Berbanding terbalik dengan Tim B, mereka mampu unggul 4 gol dan menyisakan 1 gol saja untuk SMAN 17 Makassar. Dan untuk Tim C yang tidak berhasil menyumbang satu gol pun atas SMAN 4 Makassar yang menda...